Wyvern atau sering dipanggil sebagai "AeroDaptile", makhluk Mythology yang menyerupai "AeroDaptile" dari Jurassic Creatures. Wyvern memiliki sayap yang hampir sama dengan lengan sayap pada hewan kelelawar dan tubuh yang benar-benar adalah kelelawar.
Banyak salah menilai Wyvern dikarenakan bentuk tubuh Wyvern benar-benar tubuh kelelawar yang diperbesar menjadi dalam bentuk raksasa. Konan ada perbedaan persepsi dikalangan artis seni dan para penggemar seni lukis dan gambar yang mengatakan bahwa Wyvern hanyalah sebuah jawaban atas pertanyaan keberadaan Chinese Dragon "Naga" yang terbentuk digambarkan karena fenomena pembunuhan kejam dan sadis oleh sekelompok banyaknya kelelawar berkumpul didalam gua dan mengamuk seperti angin sehingga tampak seperti gambar Mythology Chinese Dragon "Naga".
Wyvern adalah makhluk Mythology lainnya selain Chinese Dragon "Naga", Wyvern ada karena segerombol lebah yang menyerang manusia dan ternak. Diceritakan disebuah desa peternakan sapi yang diserang oleh segerombol kelompok lebah yang terganggu karena sarang para lebah di atas pohon terjatuh oleh angin tornado ringan. Para lebah melihat dan mencium keberadaan peternak berada pada saat kejadian bencana alam itu, para lebah berpikir bahwa manusia lah yang menjatuhkan sarang-sarang para lebah dari atas pohon.
Mengikuti kejadian sejarah yang sudah dituliskan sebelumnya, manusia merasa sadar dan enggan untuk mengganggu kelompok hewan kecil lagi, kejadian yang terjadi di negara China (Forbidden Palace) dimana ribuan prajurit perang mati diserang oleh kelelawar yang sengaja diternak lalu di jadikan alat perang (Monster of Creatures) dan banyaknya petani yang mati oleh kelelawar akibat berusaha membersihkan daerah gua di daerah lahan pertanian mereka, manusia mulai sadar. Tetapi berbeda adanya dengan sebuah bencana alam.
Para lebah menyerang para peternak, suara kepak sayap lebah yang berkumpul dan terus memanggil kawanan lebah lainnya menjadi seperti sebuah suara aungan keras yang menggambarkan Wyvern beraksi dan memulai serangan dengan aungan keras dari mulut Wyvern disaat terbang tinggi dan menukik diatas langit.
Para peternak berembunyi di gubuk mereka tetapi sangat disayangkan dimana sapi-sapi tidak sempat dimasukkan kedalam kandang. Para sapi ternak menjadi korban penyerangan para lebah yang mengamuk. Peternak memandang sapi-sapi mulai lemas dan mati dari dalam gubuk, para peternak melihat kumpulan lebah yang menyerang seperti tubuh Wyvern (pada saat itu para peternak menyebutnya sebagai Jurassic AeroDaptile, tetapi karena Jurassic adalah hal lainnya didalam deretan legenda sejarah bumi dan manusia maka terciptalah Wyvern).
Para lebah tidak mau pergi dari mangsa mereka, para lebah terus menggigit, menyengat, terbang pergi dan kembali menyerang sapi-sapi. Buruk bagi Wyvern karena disaat sisik Wyvern mulai habis maka Wyvern pun mati. Hasil dari peperangan tersebut, banyak sapi yang mati juga terluka parah tetapi sangat banyak lebah-lebah yang mati. Wyvern dalam gambaran sebuah kumpulan lebah mengamuk, tidak langsung menjadi mati. Didalam cerita, Wyvern saat lemah menjadi kecil dan terus mengecil sebelum akhirnya kalah dan terbunuh.
 |
| Wyvern Visual Concept |
 |
| Type of Wyvern |
 |
| Wyvern of AeroDaptile |
 |
| Wyvern Bone Sketch Lines |
 |
| Wyvern Dragon |
*
Wyvern Dragon : Sebuah keunikan terjadi, ternyata disaat menyerang makhluk lainnya. Kelelawar (Chinese Dragon "Naga") dan Lebah (Wyvern) saat kedua kelompok tersebut bertemu di langit, mereka tidak saling menyerang. Mereka bersatu dan membentuk menjadi kelompok yang sangat menakutkan. Dengan kebasan angin hasil sisik dari Chinese Dragon "Naga" yang menyerang lawan terlebih dahulu menjadi perisai bagi Wyvern yang mampu menjadi lemah setiap melakukan serangan. Karena hal tersebut maka Wyvern Dragon bertubuh panjang seperti Dragon "Naga" dan memiliki Sayap AeroDaptile. Wyvern Dragon menjadi makhluk mythology yang sangat ditakuti jika mungkin terjadi lagi didalam tragedi sejarah peperangan manusia dengan hewan dimana terjadinya fenomena mungkinnya kelompok kelelawar bersatu dengan kelompok lebah.
Untuk mengurangi musibah fenomena alam tersebut, manusia menjauhkan letak kelompok lebah dari letak kelompok kelelawar yang seharusnya sangat berdekatan dimana kelelawar di dalam gua-gua gunung dan lebah di lembah daerah rerumputan berpohon pinus. Manusia menemukan bahwa ternyata lebah dapat diternakkan untuk hasil madu, meniadakan ketakutan lama penyergapan ternak sapi oleh para lebah, manusia menyediakan tempat bagi para lebah dan mengurangi rusaknya rumah lebah oleh angin juga melatih lebah dengan sederatan nada dari seruling jika disaat dimana rumah lebah rusak maka manusia mampu mengganggu lebah menjadi bergerombol dan membiarkan rumah-rumah lebah buatan manusia untuk disinggahi oleh para lebah dan dijadikan sebagai rumah baru bagi para lebah.
Komentar
Posting Komentar